5 Jenis Yoga untuk Pemula, Find Your ‘Vibe’ Sebelum Mulai!

Jenis yoga untuk pemula, cara memilih jenis yoga untuk pemula, yoga yang cocok untuk pemula, macam-macam yoga bagi beginner

Memulai yoga bisa terasa membingungkan karena ada banyak jenis yoga dengan manfaat yang berbeda.

Tidak semua jenis yoga cocok untuk pemula, maka memilih jenis yang sesuai sejak awal dapat membantu kamu agar lebih konsisten.

Vibe Wellness siap membantu kamu menemukan jenis yoga yang paling cocok dengan kebutuhan tubuh dan tujuan latihanmu.

Let’s find your perfect first yoga match!

 

Kenapa Yoga Cocok Bagi Pemula yang Ingin Rutin Olahraga?

Kenapa Yoga Cocok Bagi Pemula yang Ingin Rutin Olahraga

Bagi kamu yang baru mau memulai rutinitas olahraga, yoga adalah pilihan yang tergolong ramah dan tidak langsung “memaksa” tubuh.

Sifat gerakannya fokus pada koneksi body dan mind terbukti membuat para pemula lebih mudah konsisten dibandingkan jenis olahraga lainnya.

Penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan peserta program yoga mencapai 77% untuk kehadiran kelas dan 64% untuk latihan mandiri di rumah.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan olahraga konvensional (69% dan 54%), sehingga yoga dinilai lebih mudah menjadi kebiasaan jangka panjang dengan risiko burnout lebih rendah.

Beberapa manfaat yoga bagi newbie antara lain:

  • Meningkatkan kelenturan tubuh secara bertahap
  • Memperkuat otot inti dan memperbaiki postur tubuh
  • Mengurangi ketegangan otot akibat terlalu lama duduk
  • Membantu mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur
  • Melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh

 

5 Jenis Yoga untuk Pemula yang Paling Direkomendasikan

Berikut beberapa jenis yoga yang paling mudah dipelajari oleh pemula.

1. Hatha Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Hatha Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Hatha Yoga

Hatha Yoga merupakan cabang yoga klasik yang berfokus pada penguasaan postur fisik (asana) dan pengendalian napas (pranayama) untuk menciptakan keseimbangan awal.

Gerakannya dilakukan dengan tempo perlahan sehingga kamu memiliki waktu untuk mempelajari pose, mengatur napas, dan memahami posisi tubuh.

Hatha Yoga sendiri salah satu aliran yoga tertua yang berkembang di India sekitar abad ke-11 hingga ke-15.

Dalam bahasa Sanskerta, “Ha” berarti matahari dan “Tha” berarti bulan, yang melambangkan keseimbangan energi dalam tubuh dan pikiran.

Hingga masa kini, Hatha Yoga dikenal sebagai dasar dari berbagai gaya yoga modern karena gerakannya yang lebih lambat.

Hatha Yoga Cocok untuk:

  • Pemula yang belum pernah menyentuh matras yoga sama sekali
  • Kamu yang memiliki tingkat kelenturan tubuh yang relatif rendah
  • Siapa pun yang ingin membangun konsistensi latihan tanpa pressure besar

Manfaat Utama Hatha Yoga: Melatih postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas dasar, serta meredakan stres harian

 

2. Yin Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Yin Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Yin Yoga

Yin Yoga berfokus pada peregangan jaringan ikat dan dilakukan dengan mempertahankan satu pose selama beberapa menit.

Jika aktivitasmu sering duduk berjam-jam di depan laptop atau layar komputer, Yin Yoga adalah pilihan yang tepat.

Berakar dari filosofi Taoisme dan pengobatan tradisional Tiongkok, Yin Yoga dikembangkan oleh Paulie Zink pada akhir 1970-an sebelum dipopulerkan secara luas.

Berbeda dengan yoga yang lebih dinamis, Yin Yoga mengandalkan gerakan pasif dengan menahan setiap pose selama 3–5 menit.

Ini memberikan peregangan lembut pada jaringan ikat seperti fascia, ligamen, dan kapsul sendi, bukan sekadar otot.

Yin Yoga Cocok untuk:

  • Pekerja kantoran yang sering mengalami kekakuan pada pinggul, punggung, leher, atau bahu
  • Pemula dengan fleksibilitas tubuh yang masih terbatas
  • Siapa saja yang ingin mengurangi stres melalui latihan yang tenang

Manfaat Utama Yin Yoga: Meningkatkan fleksibilitas sendi, meredakan ketegangan, serta melatih kesadaran napas.

 

3. Restorative Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Restorative Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Restorative Yoga

Restorative Yoga fokus pada pemulihan, latihan ini memanfaatkan berbagai alat bantu seperti bantal (bolster), balok (block), dan selimut.

Gerakan mencakup menopang tubuh sehingga setiap pose dapat dipertahankan dengan nyaman selama 5–10 menit atau lebih.

Fokus Restorative Yoga  bukan menekankan pada kekuatan, melainkan mengaktifkan respons “rest and digest” pada sistem saraf.

Restorative Yoga cocok untuk:

  • Pemula yang ingin memulai yoga dengan gerakan lembut
  • Lansia atau orang dengan mobilitas terbatas
  • Siapa saja yang sedang dalam masa pemulihan setelah aktivitas fisik berat
  • Orang yang sering mengalami stres, kelelahan, atau sulit tidur

Manfaat utama Restorative Yoga: Membantu tubuh dan pikiran rileks, mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur.

 

4. Vinyasa Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Vinyasa Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Vinyasa Yoga

Jika kamu menyukai olahraga yang aktif dan mengalir, Vinyasa Yoga bisa menjadi opsi yang match.

Vinyasa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti menempatkan secara berurutan atau menyusun dengan cara tertentu.

Vinyasa diperkenalkan oleh T. Krishnamacharya pada 1930-an dan dipopulerkan oleh muridnya dengan menghubungkan dengan rangkaian pose Surya Namaskar (Salam Matahari).

Dibandingkan Hatha Yoga, Vinyasa memiliki tempo yang lebih cepat dan dapat membantu meningkatkan kebugaran sekaligus melatih koordinasi tubuh.

Praktikkan Vinyasa yoga dengan melakukan satu gerakan di setiap satu tarikan atau hembusan napas.

Seperti bergerak ke pose Upward Dog saat menghirup napas, lalu bertransisi langsung ke Downward Dog saat menghembuskan napas.

Vinyasa Yoga cocok untuk:

  • Pemula yang aktif atau sudah terbiasa berolahraga
  • Ingin membakar lebih banyak kalori
  • Menyukai latihan yang dinamis dan tidak monoton
  • Ingin meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh

Manfaat utama:

Meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, fleksibilitas, koordinasi, serta melatih sinkronisasi antara gerakan dan napas.

 

5. Iyengar Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Iyengar Yoga

Foto ilustrasi ciri khas gerakan Iyengar Yoga

Dikembangkan oleh B.K.S. Iyengar pada pertengahan abad ke-20, Iyengar Yoga menekankan ketepatan posisi tubuh (alignment) dalam setiap pose.

Iyengar Yoga sering menggunakan alat bantu seperti strap (tali), yoga block, dan selimut untuk membantu melakukan setiap pose dengan benar.

Penggunaan alat bantu ini memudahkan pemula, untuk berlatih secara aman sekaligus mengurangi risiko cedera atau ketegangan otot.

Iyengar Yoga cocok untuk:

  • Pemula yang ingin mempelajari teknik yoga secara mendalam
  • Orang yang ingin memperbaiki postur tubuh
  • Praktisi yang sedang dalam proses pemulihan cedera (dengan pendampingan instruktur)
  • Siapa saja yang menyukai latihan dengan tempo lebih lambat dan presisi tinggi

Manfaat utama Iyengar Yoga: Meningkatkan postur, keseimbangan, kekuatan tubuh, serta kesadaran terhadap alignment yang benar.

 

Perbandingan Jenis Yoga untuk Pemula

Gunakan tabel berikut untuk membandingkan tingkat kesulitan, intensitas, dan tujuan utama setiap jenis yoga:

Jenis Yoga Tingkat Kesulitan Intensitas Cocok untuk Tujuan Utama
Hatha Yoga Sangat mudah Rendah Semua pemula Belajar dasar yoga
Yin Yoga Mudah Rendah Tubuh kaku Meningkatkan fleksibilitas
Restorative Yoga Sangat mudah Sangat rendah Relaksasi Mengurangi stres
Iyengar Yoga Mudah Rendah Belajar teknik Memperbaiki postur tubuh
Vinyasa Yoga Sedang Sedang Pemula aktif Kebugaran dan pembakaran kalori

Opsi Jenis Yoga untuk Pemula Berdasarkan Tujuan

Setiap jenis yoga memiliki manfaat yang berbeda. Pilihlah yang paling sesuai dengan tujuan latihan agar hasilnya lebih optimal.

  • Belajar yoga dari nol: Pilih Hatha Yoga untuk mempelajari gerakan dasar dan teknik pernapasan
  • Meningkatkan fleksibilitas: Yin Yoga membantu mengurangi kekakuan tubuh dan meningkatkan kelenturan secara bertahap
  • Mengurangi stres: Restorative Yoga berfokus pada relaksasi mendalam dan pemulihan tubuh
  • Meningkatkan kebugaran: Vinyasa Yoga cocok bagi pemula yang menginginkan latihan lebih dinamis dan aktif.
  • Memperbaiki postur: Iyengar Yoga menekankan alignment yang tepat untuk meningkatkan postur dan teknik gerakan

 

Tips Simple Memulai Yoga untuk Pemula

Agar latihan lebih aman dan nyaman, lakukan beberapa langkah berikut.

  • Mulailah 2–3 kali seminggu selama 20–30 menit
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak membatasi gerakan
  • Jangan memaksakan tubuh melakukan pose yang terasa nyeri
  • Fokus pada kualitas gerakan dibandingkan tingkat kesulitan pose
  • Gunakan matras yoga agar tubuh lebih stabil
  • Hentikan latihan apabila muncul nyeri tajam, pusing, atau sesak napas

 

Rekomendasi Studio Yoga untuk Pemula

Studio Yoga Vibe Wellness

Foto Studio Yoga Vibe Wellness di BSD City

Jika kamu ingin mulai berlatih yoga dengan bimbingan instruktur, Vibe Wellness BSD bisa menjadi perfect yoga match untuk memulai journey.

Melalui tiga pilar utama: Move, Breathe, dan Heal, kami membantumu meningkatkan menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

Untuk pengalaman yang lebih personal, tersedia juga private personal session oleh instruktur tersertifikasi dari India. 

Hubungi Kami:

Lokasi: Cascade Studio Loft Blok A8–A9, Jl. BSD Boulevard Utara, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kota Tangerang Selatan

Jam operasional: Senin–Minggu, 07.00–21.00 WIB

Kontak WhatsApp: +62 8191 668 8388

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa jenis yoga terbaik untuk pemula?

Hatha Yoga umumnya menjadi pilihan terbaik karena memiliki gerakan yang lebih lambat sehingga memudahkan pemula mempelajari pose dasar dan teknik pernapasan.

Berapa kali seminggu sebaiknya pemula melakukan yoga?

Pemula dapat memulai latihan sebanyak 2–3 kali per minggu selama 20–30 menit. Setelah tubuh mulai beradaptasi, frekuensi latihan dapat ditingkatkan secara bertahap.

Apakah yoga bisa membantu menurunkan berat badan?

Ya, terutama jika dilakukan secara rutin dan dipadukan dengan pola makan seimbang. Vinyasa Yoga cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan jenis yoga yang berintensitas rendah.

Apakah tubuh yang kaku tetap bisa melakukan yoga?

Bisa. Justru banyak orang mulai berlatih yoga karena ingin meningkatkan fleksibilitas. Hatha Yoga dan Yin Yoga merupakan pilihan yang baik untuk tubuh yang masih kaku.

Apakah yoga aman dilakukan setiap hari?

Pada umumnya yoga aman dilakukan setiap hari apabila intensitas latihan disesuaikan dengan kemampuan tubuh, menggunakan teknik yang benar, dan memberikan waktu istirahat bila diperlukan.

Table of Content

Visit our studio and enjoy an atmosphere designed to support balance in both body and mind.

Start Your Yoga Journey Today

Visit Us